TEMPO Interaktif, Madrid
- Real Madrid memperkokoh posisi di puncak Grup D setelah mengalahkan
Ajax Amsterdam, 3-0, dalam lanjutan Liga Champions, Selasa waktu
setempat, 27 September 2011.
Ajax berinisiatif menyerang terlebih dulu sebelum CristianoRonaldo memecahkan kebuntuan Real Madrid lewat golnya pada menit ke-25.
Kaka,
yang kali ini dipercaya tampil sejak awal pertandingan, menggandakan
keunggulan Real Madrid pada menit ke-41. Sementara Karim Benzema menutup
pesta gol kemenangan Real Madrid di menit ke-49.
Dengan
hasil tersebut, Real Madrid sudah membobol gawang Ajax 9 kali di tiga
pertemuan mereka dalam dua musim terakhir. Sementara Ajax belum pernah
sekali pun menjebol gawang Real Madrid di tiga pertemuan terakhir.
Real
Madrid kini membukukan enam poin dalam dua pertandingan di Grup D.
Sementara Ajax mengantongi satu poin. Olympique Lyon mengemas empat poin
setelah menang 2-0 atas Dinamo Zagreb pada pertandingan lainnya. Zagreb
sendiri belum meraih satu poin pun.
"Itu
kemenangan yang bagus. Kami memperkuat posisi kami di grup," ujar Kaka.
"Kita lihat saja apakah kami bisa melanjutkan ini dan melewati babak
penyisihan grup."
Asisten
pelatih, Aitor Karanka, mendampingi tim karena Jose Mourinho terkena
larangan menemani tim di tiga pertandingan. Larangan tersebut dijatuhkan
karena Mourinho menuding wasit UEFA lebih menjagokan Barcelona
ketimbang Madrid pada semifinal Liga Champions musim lalu.
Sebelum
menyerahkan tugas ke Karanka, Mourinho merombak susunan tim inti Real
Madrid setelah klub berjuluk Los Galacticos ini tampil kurang cemerlang
dalam beberapa pertandingan tersebut. Mourinho membangkucadangkan Angel
Di Maria dan menurunkan Kaka bersama Mesut Oezil.
Pemain
berusia 18 tahun, Raphael Varane, tampil sejak awal untuk ketiga
kalinya secara beruntun. Ia menggantikan Pepe yang masih cedera. Varane
mendampingi Ricardo Carvalho yang baru tampil lagi setelah
dibangkucadangkan satu pertandingan.
Ajax
tampil dengan gaya menyerang khas mereka sehingga mendominasi di 15
menit pertama. Beberapa peluang pun tercipta. Di antaranya tendangan
mendatar Derk Boerrigter yang nyaris menggetarkan gawang Real Madrid.
Namun
permainan Ajax menurun setelah Ronaldo mencetak gol untuk Real Madrid.
Menurut pelatih Ajax, Frank de Boer, timnya kalah karena kurang
berpengalaman.
"Kami
sempat menguasai pertandingan. Tetapi mereka mencetak gol saat serangan
balik. Kami harus lebih cerdik dan lebih terorganisasi saat situasi
seperti ini," ujar mantan bek Barcelona tersebut. "Saya rasa kami layak
mendapat satu gol. Jika itu terjadi, itu bisa memompa kepercayaan diri
kami untuk menyerang."
AP | KODRAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar